Penciptaan Alam Semesta
Bagaimanakah alam semesta tidak terbatas tempat kita
tinggal ini terbentuk? Bagaimana keseimbangan, keselaran, dan kteraturan jagat
raya ini berkembang? Dan bagaimanakah bumi ini menjadi tempat tinggal yang
tepat dan terlindung bagi kita (umat manusia)
Aneka pertanyaan seperti
ini telah menarik perhatian sejak ras manusia bermula. Para ilmuwan filsuf yang
mencari jawaban dengan kecerdasan dan akal sehat mereka sampai pada kesimpulan
bahwa rancangan dan keteraturan alam semesta merupakan bukti keberadaan
Pencipta Maha Tinggi yang menguasai jagad raya yaitu tiada lain adalah Allah
SWT.
Ini adalah kebenaran tak
terbantahkan yang dapat kita capai dengan menggunakan kecerdasan kita selaku
manusia. Allah mengungkapkan kenyataan ini dalam kitab suci-Nya, Al-Qur’an,
yang telah diwahyukan sekitar 1430-an tahun yang lalu, melalui Rosul-Nya yaitu
Muhammad SAW sebagai penerang jalan bagi kehidupan manusia. Allah menyatakan
bahwa Dia telah menciptakan alam semesta ini dari ketiadaan menjadi ada, untuk
suatu tujuan khusus, serta dilengkapi dengan semua sistem dengan keseimbangannya
yang dirancang khusus untuk kebaikan kehidupan manusia.
Allah mengajak manusia
untuk mempertimbangkan kebenaran ini dalam ayat berikut:
”Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah
langit? Allah telah membangunnya. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan
menjadikan siangnya terang benerang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.” (QS. An-Naazi’aat, 79:27-30)
Pada ayat lain dalam Al-Qur’an dinyatakan pula bahwa
manusia harus melihat dan mempertimbangkan semua sistem dan keseimbangan di
alam semesta yang telah diciptkan Allah SWT untuknya (manusia), serta memetik
pelajaran dari pengamatannya:
“Dan Dia menundukkan
malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu
ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada demikian itu
benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya).” (QS.An-Nahl, 16:12)
Dalam ayat Al-Qur’an yang lainnya, ditunjukkan:
“Dia memasukkan
malam ke dalam Siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan
matahari dan bulan, dan masing-masing berjalan menurut waktu yang telah
ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah
kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai
apa-apa alaupun sekulit ari.” (QS. Faathir,35:13)
Kebenaran nyata yang
dipaparkan Al-Qur’an juga ditegaskan oleh sejumlah penemu penting ilmu
astronomi moedrn, Galileo, Kepler dan Newton. Semua menyadari bahwa struktur
alam semesta, rancangan tata surya, hukum-hukum fisika, dan keadaan seimbang,
semuanya diciptakan Tuhan, dan para ilmuwan itu sampai pada kesimpulan dari
penelitian dan pengamatan mereka sendiri.
Sudah seharusnya kita
sebagai muslim, meningkatkan keimanan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT,
karena alam raya atau jagad raya ini diciptakan demi kebaikan manusia.
****dikutip dari “PUSTAKA SAINS POPULER ISLAMI” (Penciptaan Alam Semesta) ---Harun
Yahya****