Senin, 05 Agustus 2013

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA


Penciptaan Alam Semesta


Bagaimanakah alam semesta tidak terbatas tempat kita tinggal ini terbentuk? Bagaimana keseimbangan, keselaran, dan kteraturan jagat raya ini berkembang? Dan bagaimanakah bumi ini menjadi tempat tinggal yang tepat dan terlindung bagi kita (umat manusia)


            Aneka pertanyaan seperti ini telah menarik perhatian sejak ras manusia bermula. Para ilmuwan filsuf yang mencari jawaban dengan kecerdasan dan akal sehat mereka sampai pada kesimpulan bahwa rancangan dan keteraturan alam semesta merupakan bukti keberadaan Pencipta Maha Tinggi yang menguasai jagad raya yaitu tiada lain adalah Allah SWT.


            Ini adalah kebenaran tak terbantahkan yang dapat kita capai dengan menggunakan kecerdasan kita selaku manusia. Allah mengungkapkan kenyataan ini dalam kitab suci-Nya, Al-Qur’an, yang telah diwahyukan sekitar 1430-an tahun yang lalu, melalui Rosul-Nya yaitu Muhammad SAW sebagai penerang jalan bagi kehidupan manusia. Allah menyatakan bahwa Dia telah menciptakan alam semesta ini dari ketiadaan menjadi ada, untuk suatu tujuan khusus, serta dilengkapi dengan semua sistem dengan keseimbangannya yang dirancang khusus untuk kebaikan kehidupan manusia.


            Allah mengajak manusia untuk mempertimbangkan kebenaran ini dalam ayat berikut:

”Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benerang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.” (QS. An-Naazi’aat, 79:27-30)


Pada ayat lain dalam Al-Qur’an dinyatakan pula bahwa manusia harus melihat dan mempertimbangkan semua sistem dan keseimbangan di alam semesta yang telah diciptkan Allah SWT untuknya (manusia), serta memetik pelajaran dari pengamatannya:

            “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya).”  (QS.An-Nahl, 16:12)


Dalam ayat Al-Qur’an yang lainnya, ditunjukkan:

            “Dia memasukkan malam ke dalam Siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, dan masing-masing berjalan menurut waktu yang telah ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa alaupun sekulit ari.” (QS. Faathir,35:13)


            Kebenaran nyata yang dipaparkan Al-Qur’an juga ditegaskan oleh sejumlah penemu penting ilmu astronomi moedrn, Galileo, Kepler dan Newton. Semua menyadari bahwa struktur alam semesta, rancangan tata surya, hukum-hukum fisika, dan keadaan seimbang, semuanya diciptakan Tuhan, dan para ilmuwan itu sampai pada kesimpulan dari penelitian dan pengamatan mereka sendiri.


            Sudah seharusnya kita sebagai muslim, meningkatkan keimanan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena alam raya atau jagad raya ini diciptakan demi kebaikan manusia.


****dikutip dari “PUSTAKA SAINS POPULER ISLAMI” (Penciptaan Alam Semesta) ---Harun Yahya****